Penis Nyangkut Gara-gara Masturbasi di Bangku Taman
HONGKONG, KAMIS — Seorang pria kesepian dan mengalami gangguan jiwa warga negara Hongkong merasa perlu memanggil pertolongan polisi untuk menyelamatkan penisnya yang tersangkut di bangku taman setelah dia melakukan masturbasi pada benda ini.
Seperti dikutip Apple Daily, sekurangnya empat anggota SAR menghabiskan waktu empat jam untuk membebaskan pria bernama Le Xing setelah penisnya masuk di sebuah lubang di bangku taman yang digunakannya untuk masturbasi.
Akhirnya para petugas ini berhasil membawa Le Xing ke rumah sakit. Logam metal sepanjang 2,5 meter yang membuat penis ini tersangkut pun juga berhasil dibawa. Dokter mengatakan, pria 42 tahun ini sangat beruntung karena penisnya masih utuh setelah dikeluarkan dari logam besi ini.
Para fotografer dalam foto yang mereka buat di surat kabar-surat kabar berbahasa China menunjukkan para petugas SAR ini membawa Le Xiang bersama logam tertutup selimut merah. Dasar orang gila!!
sumber: kompas.com
Lebih Jauh Mengenai Ereksi

Ereksi adalah suatu proses alamiah yang menandakan bahwa sebagian besar fungsi kesehatannya – terutama seksual- masih sehat atau normal. Sebagian besar orang, mekanisme menegangnya penis dapat dijelaskan sederhana yakni, adanya aliran darah ke daerah organ vital pria tersebut.
Namun bila diurai secara medis, mungkin belum banyak tahu bahwa terjadinya ereksi sebenarnya melibatkan sejumlah organ dan unsur penting dalam tubuh. Seperti diungkapkan pakar andrologi Dr Nugroho Setiawan, MS, Sp.And, dalam dialog yang diprakarsai Bayer Schering Pharma bertema Restore The Man with Testosterone di Jakarta, Kamis 17/7) , mekanisme terjadinya ereksi merupakan rangkaian fisiologis dan biokimiawi yang sangat kompleks melibatkan saraf dan hormon.
Nugroho menjelaskan, ereksi biasanya diawali oleh adanya rangsangan atau stimulasi seksual yang berhubungan dengan gairah atau libido. Selanjutnya, rangsangan ini menyebabkan inisiasi syaraf atau pengiriman sinyal ke penis.
Sinyal dari otak tersebut menimbulkan pelepasan zat kimia yang disebut nitrogen oksida di daerah dinding pembuluh darah penis. Zat ini akan mengaktifkan enzim guanilat siklase yang kemudian akan menghidrolisis guanisin trifosfat (GTP) menjadi siklik guanisin monofosfat (cGMP).
“Dengan suatu rangkaian fisiologis tertentu, senyawa ini menyebabkan otot polos dalam pembuluh darah penis menjadi rileks, sehingga menyebabkan terjadinya ereksi. Jadi saat proses ereksi, aliran darah mulai mengisi rongga-rongga bagian penis yang disebut korpora kavernosa. Ereksi puncak terjadi ketika rongga-rongga ini sudah terisi penuh dengan darah,” ungkapnya.
Mekanisme ereksi terdiri dari beberapa fase. Tahapan ini dimulai dari fase permulaan dalam keadaan masih lemas (flasid), fase pengisian darah, fase tumesensi (pembesaran), fase ereksi (tegak), hingga fase rigid (tegak dan keras).
Setelah itu penis kemudian sampai pada fase detumensensi (pelemasan kembali). Untuk fase pelemasan penis ini, kata Nugroho, tubuh juga menghasilkan senyawa penghantar lain yang disebut PDE5. “Enzim inilah yang menyebabkan cGMP pecah sehingga mengurangi aliran darah ke daerah penis. ” ungkap dokter yang juga berpraktik di Rumah Sakit Internasional Bintaro ini.
Begitu rumitnya mekanisme yang menyebabkan proses ereksi ini, kelebihan atau kekurangan suatu zat ataupun fungsi suatu organ dapat menyebabkan seorang pria mengalami disfungsi ereksi atau impotensi.
Para ahli telah menciptakan PDE5-inhibitor yang menghalangi pemecahan cGMP oleh enzim PDE5. PDE5-inhibitor seperti sildenafil atau Viagra adalah jenis obat yang diklaim dapat mempertahankan ereksi yang terjadi. Sildenafil akan menghambat atau menghancurkan enzim PDE5 yang merusak cGMP. sehingga memungkinkan pria penderita DE untuk mencapai dan mempertahankan ereksi.
sumber: Kompas.Com
Mitos Seputar Selaput Dara
DI beberapa budaya dan masyarakat di berbagai belahan dunia ini, selaput dara atau hymen merupakan simbol keperawanan yang dipersyaratkan bagi perempuan yang belum menikah.
Oleh karenanya, selaput dara seringkali menjadi topik pembicaraan yang hangat dan menimbulkan pro-kontra. Sayangnya, pembicaraan mengenai selaput dara dan keperawanan ini seringkali tidak disertai dengan pemahaman yang benar karena masih sangat terpaku pada mitos-mitos.

Berikut adalah beberapa mitos mengenai selaput dara :
Mitos: setiap perempuan dilahirkan dengan memiliki selaput dara.
Fakta: ternyata tidak. Tidak semua perempuan lahir dengan selaput dara pada vaginanya. Penelitian menunjukkan bahwa beberapa bayi perempuan lahir tanpa selaput dara.
Mitos: selaput dara bentuknya sama pada setiap perempuan, seperti selaput tipis tanpa lubang.
Fakta: salah besar. Seperti juga manusia memiliki wajah yang berbeda, demikian juga selaput dara. Selaput dara memiliki lubang atau pori yang bentuknya bervariasi. Lubang pada selaput dara dapat bertambah lebar setelah seorang perempuan mengalami menstruasi yang pertama kali.
Mitos: operasi pemulihan selaput dara sangat diperlukan bagi perempuan yang akan menikah tetapi selaput daranya sudah tidak utuh lagi.
Fakta: operasi pemulihan selaput dara memang selalu menimbulkan pro dan kontra. Sebetulnya apabila semua orang sudah memiliki pemahaman tentang selaput dara seperti yang dijelaskan di atas, operasi sama sekali tidak diperlukan.
Keperawanan seseorang tidak dapat ditentukan oleh adanya perdarahan pada malam pengantin. Operasi selaput dara termasuk operasi yang sangat sederhana. jadi kalau yang dibutuhkan hanya selaput dara yang “utuh” dan bisa mengeluarkan darah, siapa saja (perempuan tentunya) bisa menjalani operasi itu sehingga kembali menjadi “perawan”. Dalam hal ini tentunya terjadi “penipuan” terhadap laki-laki yang menjadi suaminya.
Sumber : Kesproholic, A-Z Tanya Jawab Seputar Masalah Seksualitas
Dikopas dari Kompas.Com








