Awas, MSNBC Jadi-Jadian Sebarkan Trojan
Jakarta – Berhati-hatilah jika ingin membuka e-mail yang berasal dari MSNBC, karena bisa jadi itu berisi program jahat yang disamarkan dengan mendompleng nama MSNBC.
Itulah peringatan yang dilansir perusahaan keamanan, MX Lab. Disebutkan bahwa program jahat tersebut menyamar dengan subjek “msnbc.com – BREAKING NEWS” yang kemudian diikuti dengan berbagai macam headline menarik, misalnya “Google launches free music downloads in China”, “Plane crashes into prep school, hundreds of kids killed”, “Please give your opinions for change”, dan “US Dollar hits 6-year high, further gains expected.”
Jika user tergoda mengkliknya, user akan diminta men-download sebuah file video Flash, adobe_flash.exe, yang sesungguhnya berisi Trojan Horse, demikian seperti dikutip detikINET dari Cnet, Kamis (14/8/2008).
MSNBC sendiri adalah perusahaan channel berita di Amerika Serikat. Perusahaan ini didirikan oleh Microsoft dan unit NBC Universal.
Sebelumnya Sophos dan Websense juga pernah memberikan peringatan tentang e-mail yang ditunggangi program jahat. Awal bulan ini, Sophos memberi peringatan tentang adanya e-mail berisi Trojan Horse yang mendompleng nama CNN Top Ten. Di tahun 2006, nama BBC juga pernah digunakan untuk menyebarkan program jahat.
sumber: detikinet
Cracker Belia Dalangi Serangan ke Situs Georgia?
Georgia – Beberapa waktu lalu santer diberitakan bahwa cracker yang ditunggangi pemerintah Rusia telah mengacak-acak situs milik pemerintah dan pihak swasta Georgia. Namun, seorang peneliti mengklaim bahwa serangan itu bukan didalangi Rusia tapi ulah usil para cracker belia.
Dikutip detikINET dari Eontarionow, Kamis (14/8/2008), Gadi Evron, peneliti dari tim Zero Day Emergency Response tersebut, tidak menampik bahwa memang telah terjadi serangan ke situs Georgia, tapi serangan ini tidak terorganisir dengan baik, dan serangan ini tidak bernuansa politik.
Diduga, serangan tersebut dilancarkan oleh cracker-cracker belia yang ingin memanfaatkan situasi kacau dan perang yang tengah berkecamuk antara dua negara tersebut.
Pada bulan Mei tahun lalu, Estonia, juga mendapat serangan yang menyebabkan infrastrukturnya lumpuh untuk beberapa saat. Diduga pelakunya adalah Rusia.
Dibanding serangan ke Estonia, serangan yang dilancarkan ke Georgia ini lebih intensif, tapi terkesan kurang terorganisir dengan baik. Belum diketahui secara pasti siapa sebenarnya dalang di balik kedua serangan tersebut.
sumber: detikinet
Iklan ‘Proklamasi’ XL Dinilai Lecehkan Soekarno-Hatta
Jakarta – Iklan operator telepon seluler XL yang dibintangi artis Luna Maya, dikecam oleh Gerakan Pembela Tanah Air (PETA). Iklan tersebut dinilai telah melecehkan kesakralan dari teks dan makna Proklamasi 17 Agustus 1945, yang diproklamirkan Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta.
Dalam siaran persnya yang diterima detikcom, Kamis (14/8/2008), iklan tersebut juga dianggap telah mengabaikan perjuangan panjang bangsa dengan segala darah, air mata, nyawa dan harta.
Menurut Gerakan PETA, dalam tayangan untuk kepentingan komersil itu, Luna Maya bergaya seakan membacakan teks proklamasi seperti Bapak Bangsa Bung Karno dan Bung Hatta saat membacakan teks Proklamasi pada 17 Agustus 1945. Padahal iklan tersebut dengan sadar dibuat untuk kepentingan komersial.
Walau kreativitas, berkarya dan berkespresi merupakan hak setiap warga negara dan dijamin oleh konstitusi, menurut Gerakan PETA, hal itu sepatutnya dilakukan dalam koridor-koridor secara etika bahkan konstitusi agar hak itu tidak melanggar nurani bangsa ini.
“Betapa terlukanya kami melihat iklan XL sebagai bagian dari kreativitas dengan tujuan komersial, harus mengorbankan getaran sukma sekaligus cinta terdalam kita terhadap negeri ini,” tulis dalam siaran pers yang ditandatangani H. Agus Wahyudin (ketua) dan Ahmad Merizal Sutomo (sekretaris).
“Ketika memang produk semestinya diiklankan dan tema disetting agar relevan dengan kondisi aktual atau momen tertentu, termasuk memperingati dan merayakan kemerdekaan, tak lebih patutkah agar iklan tersebut dieksplorasi dengan kreativitas tinggi sehingga dapat meningkat kecintaan kepada tanah air dan mempertebal nasionalisme?” demikian bunyi siaran pers di bagian akhir.
Terhadap hal ini, Gerakan PETA meminta XL mencabut iklan tersebut dan media massa, terutama televisi, untuk menyetop penayangan iklan tersebut, serta meminta XL untuk memohon maaf kepada bangsa Indonesia. Kepada Komisi Penyiaran Indonesia, Lembaga Sensor Film, dan Departemen Komunikasi dan Informasi, diminta menyelidiki dan mengambil tindakan tegas terhadap penayangan iklan dimaksud.
sumber: detikinet








