…ruang pewartaan

…….kompilasi berita terhangat

Indonesia Raih Medali Pertama

BEIJING, MINGGU – Indonesia akhirnya mendapatkan medali pertamanya pada Olimpiade Beijing 2008, meski masih medali perunggu. Lifter Eko Yuli Irawan, yang turun di kelas 56 kg cabang angkat besi, Minggu (10/8), berhasil meraih medali perunggu di Beijing University of Aeronautics & Astronautics Gymnasium,

Seperti dikutip dari situs resmi olimpiade Beijing, lifter asal Lampung itu, menempati peringkat ketiga kelas 56 kg dengan total angkatan 288 kg dari Snatch (130 kg) dan Clean and Jerk (158). Angkatan total Eko hanya terpaut 4 kg dengan peraih medali emas, Qingquan Long lifter asal China yang total angkatannya mencapai 292 kg. Sementara medali perak direbut lifter Vietnam Hoang Anh Tuan dengan total angkatan 290 kg.

Pada SEA Games Thailand 2007, Eko berhasil meraih medali emas di kelas 56 kg ini, sekaligus memecahkan rekor SEA Games atas nama J Setiadi (Indonesia) di nomor Clean and Jerk (158 kg) dan total angkatan 284 kg.

Agustus 11, 2008 Ditulis oleh stenlymandagi | Olahraga | , , , , , | 1 Komentar

Pebulu Tangkis Unggulan Bertumbangan

BEIJING, SENIN – Hari ketiga cabang bulu tangkis Olimpiade Beijing 2008, Senin (11/8), menjadi kuburan bagi para pebulu tangkis unggulan. Empat dari delapan unggulan yang bertanding di Beijing University of Technology Gymnasium harus mengakui keunggulan lawan-lawannya.

Nasib buruk pertama dialami unggulan utama di ganda putri. Pasangan nomor satu dunia Yang Wei/Zhang Jiewen (China ) harus menyerah dari pasangan Jepang, Miyuki Maeda/Satoko Suetsuna, 21-8, 21-23, 14-21.

“Pasangan Jepang sangat sabar. Mereka bermain lebih cepat di dua game terakhir sehingga mental kami jatuh. Pelatih memberi kami masukan, tetapi sulit untuk keluar dari tekanan,” ujar Yang Wei.

Kekalahan berikutnya dialami unggulan kelima tunggal putra, Kenneth Jonassen (Denmark). Jonassen dikalahkan pemain Korea Selatan, Lee Hyun-il, 15-21, 21-14, 21-19.

Kekalahan Jonassen menipiskan peluang Denmark meraih medali karena unggulan keenam tunggal putri, Tine Rasmussen, juga menyerah dari pemain Indonesia, Maria Kristin Yulianti, 21-18, 19-21, 14-21. Rasmussen, yang dianggap sebagai ancaman paling besar terhadap dominasi China di nomor ini, kehilangan kesabaran menghadapi permainan lambat Maria.

“Saya hanya bermain 80 persen dari kemampuan saya sesungguhnya. Maria sangat percaya diri, dan dia tampil lebih baik. Karena saya tidak tampil dengan kemampuan terbaik, saya tahu dia punya peluang besar untuk menang,” ujar Rasmussen.

Di perempat final Maria akan menghadapi pebulu tangkis India, Saina Nehwal. Nehwal membuat kejutan keempat dengan menundukkan unggulan keempat Wang Chen (Hongkong), 21-19, 11-21, 21-11.

Empat unggulan lain yang bermain di sesi pagi, masing-masing Lee Chong Wei (Malaysia, unggulan dua), Bao Chunlai (China, unggulan ketiga) di tunggal putra, Zhang Ning (China, unggulan kedua) dan Pi Hongyan (Perancis, unggulan kelima) di tunggal putri, lolos ke perempat final.

Pada sesi malam nanti, 11 pemain unggulan di tunggal putra, tunggal putri, dan ganda putri, akan memainkan babak 32 besar. Di antara mereka, Lin Dan (China, unggulan satu) melawan Ng Wei (Hongkong), Taufik Hidayat (Indonesia, unggulan tujuh) melawan Wong Choong Hann (Malaysia) di tunggal putra, serta Xie Xingfang (Chia, unggulan pertama) melawan Olga Konon (Belarusia) di tunggal putri.

sumber: kompas.com

Agustus 11, 2008 Ditulis oleh stenlymandagi | Olahraga | , , , , | No Comments Yet

Ngarang Cerita Porno di Internet Berujung Kurungan

Pennsylvania – Konten pornografi bertebaran di internet dalam bentuk gambar atau tulisan. Gara-gara konten porno pula, seorang wanita asal Pennsylvania, Amerika Serikat dijatuhi 5 tahun hukuman percobaan dan enam bulan jadi tahanan rumah. Dia bersalah membuat situs dengan jualan utama berupa cerita-cerita seks tidak pantas.

Menurut Departemen Kehakiman Amerika Serikat, terdakwa bernama Karen Fletcher ini mengoperasikan situs bernama Red Rose Stories yang mengandung bermacam kisah pornografi anak-anak. Sebagian dari cerita itu mengandung penyiksaan, pemerkosaan dan bahkan pembunuhan.

Dilansir oleh PCAdvisor dan dikutip detikINET, Senin (11/8/2008), Fletcher juga menjual keanggotaan situs bagi pengakses yang berminat. Mereka yang membayar bakal mendapatkan cerita versi lengkap.

Masih menurut Departemen Kehakiman, Fletcher mengarang sebagian besar cerita porno itu sendirian. Sebelumnya, lembaga FBI (Federal Bureau of Investigation) juga telah memerintahkan penutupan situs tersebut di tahun 2005.

Namun ada pula yang tidak menyetujui dijatuhkannya hukuman pada tersangka ini. Menurut Marc John Randazza, profesor hukum di Barry University School of Law, penulisan cerita fiksi tidak seharusnya dikenai hukuman karena Amerika Serikat menjamin kemerdekaan bicara penduduknya. Menurut Anda?

sumber: Detikinet.Com

Agustus 11, 2008 Ditulis oleh stenlymandagi | Entertaiment, Lifestyle | , , , , , | No Comments Yet