…ruang pewartaan

…….kompilasi berita terhangat

Resepsi Pernikahan Adinda Bakrie

JAKARTA, JUMAT – Resepsi pernikahan Adinda Bakrie, salah satu keponakan Aburizal Bakrie, di Hotel Mulia, Senayan, Jumat (25/7) sepertinya hanya dapat diabadikan antv dan TVOne. Sebab, hanya reporter dan kameramen dari kedua televisi swasta tersebut yang bisa menembus ketatanya keamanan.

Seperti diketahui, keluarga Bakrie memang memiliki saham di kedua televisi. Namun, untuk masuk ke dalam, reporter dan kameramen antv dan TVOne tetap harus menunjukkan undangan bertanda khusus.

Sekitar 20 wartawan lain yang berniat mengabadikan pernikahan tersebut tetap gagal masuk meski telah bernegosiasi dengan penyelenggara. Sebab, tak satu pun yang dapat menunjukkan undangan dari keluarga Bakrie. Sebelumnya pihak keamanan menyatakan bahwa pers memang dilarang masuk. Mereka berdalih undangan yang disebarkan telah mewakili semua pihak.

Resepsi pernikahan Adinda Bakrie ditunggu-tunggu karena dikabarkan sebagai perhelatan termahal tahun ini. Sempat beredar rumor bahwa keluarga Bakrie menyewa penata rias kenamaan dunia dan menghadirkan hiduran artis-artis mancanegara, meski akhirnya dibantah pihak keluarga.

Beberapa menteri kabinet Indonesia bersatu tampak menghadiri acara yang dimulai sekitar pukul 19.00. Sampai saat ini telah tampak hadir Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, Mentleri Perhubungan Jusman Safeii Djamal, dan Menteri Pariwisata Jero Wacik. Tampak hadir pula mantan Menteri Luar Negeri Ali Alatas beserta istrinya.

Wakil Presiden Jusuf Kalla juga datang bersama isterinya menggunakan mobil dinas Wakil Presiden. Bahkan, mobil tersebut diletakkan di samping mobil pengantin yang berada di depan Ballroom Hotel Mulia

Sumber: Kompas.Com

Juli 26, 2008 Ditulis oleh stenlymandagi | Lifestyle | , , , , , | Belum Ada Tanggapan

Dahsyat, Belanja Pornografi Rp. 2,4 T per Hari

JAKARTA, JUMAT- Luar biasa! Belanja masyarakat dunia untuk pornografi lewat internet saja mencapai 3.075,64 dollar Amerika Serikat, setara dengan 2,4 triliun per hari (kurs Rp 9.000 per dollar AS)! Itu pada tahun 2006. Tahun 2008 bisa saja angkanya lebih membengkak lagi.

“Statistik industri pornografi pada 2006, setiap detiknya 3.075,64 dolar AS dibelanjakan untuk pornografi,” kata Ketua Asosiasi Warung Internet Indonesia (AWARI) Irwin Day, dalam jumpa pers tentang internet sehat bagi anak-anak di Kantor Departemen Komunikasi dan Informatika Jakarta, Jumat (25/7).
Free Web Hosting with Website Builder
Mengutip data sebuah situs internet reviewer, Irwin mengatakan, pendapatan industri pornografi global pada 2006 sebanyak 97,06 miliar dollar AS, dengan empat besar negara peraih pendapatan terbanyak yaitu China (27,40 miliar) dolar AS, Korea Selatan (25,73 miliar), Jepang (19,98 miliar), dan Amerika (13,33 miliar).

Ditambahkan Irwin, 28.258 pengguna internet melihat konten pornografi, dan 372 pengguna internet mengetikan kata kunci berkaitan dengan pornografi. Irwin mengakui dirinya belum mendapatkan data yang terkait dengan industri pornografi.

Mengutip data dari Alexa, sebuah web penyedia data traffic situs-situs internet, Irwin mengatakan, 7 dari 100 top site Indonesia adalah situs porno, dan 15 dari 100 top site dapat ditumpangi konten porno.

Untuk memblokir akses situs pornografi, katanya, ada tiga teknik penyaringan yang dapat dilakukan, yaitu penyaringan di PC, penyaringan di proxy/cache server, dan penyaringan dengan menggunakan DNS (Domain Name System).

Pada kesempatan yang sama, Asisten Deputi Urusan Hak Sipil dan Partisipasi Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan, Sri Pardina Pudiastuti mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan instansi pemerintah lainnya melakukan berbagai upaya untuk memblokir situs-situs pornografi yang sangat berbahaya bagi pertumbuhan dan perkembangan psikologi anak.

“Anak-anak Indonesia sejak dini perlu mendapatkan bimbingan dan informasi yang memadai tentang dampak positif dan negatif dari penggunaan internet,” kata Sri Pardina.

Internet sehat

Sedangkan langkah-langkah yang diperlukan untuk mewujudkan internet yang sehat bagi anak antara lain mendorong penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran, mengadakan kampanye penggunaan internet sehat bagi anak.

Dia mengatakan, pihaknya juga berusaha dengan pihak lain untuk mendorong dan mengembangkan dibuatnya situs-situs untuk anak-anak.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Masnah Sari, mendorong adanya kerjasama secara terpadu antara pemerintah, orang tua, keluarga, dunia pendidikan, masyarakat dan dunia usaha untuk meminimalisir dampak negatif internet pada anak-anak.

“KPAI menghimbau orang tua dan keluarga untuk mendampingi anak ataupun anggota keluarganya yang berusia anak dalam menggunakan internet,” katanya.

sumber; Kompas.Com

Juli 26, 2008 Ditulis oleh stenlymandagi | Lifestyle | , , , , , , , | Belum Ada Tanggapan