SMS Kampanye Pemilu Harus Ekstra Hat-hati
Jakarta (ANTARA News) – Direktur Marketing Indosat Guntur S Siboro mengatakan SMS boleh dilakukan akan tetapi tidak boleh sembarangan dengan mengirimkan ke semua pelanggan suatu operator.

“SMS kampanye tidak boleh dikirim ke semua pelanggan Indosat. Itu namanya `spam`, itu tidak boleh dilakukan karena pelanggan bisa terganggu,” kata Guntur usai acara penandatanganan kerjasama Indosat dengan maskapai penerbangan Mandala di Jakarta, Rabu.
Guntur mengatakan bila satu partai politik ingin berkampanye melalui SMS, maka partai tersebut harus memberikan nomor Indosat dari simpatisannya dan Indosat akan mengirimkan SMS kampanye ke nomor ponsel tersebut.
SMS kampanye ini, katanya, akan diberlakukan seperti SMS korporasi komersial biasa dan untuk itu sudah ada tarif harganya.
Mengenai ketentuan SMS kampanye, Guntur mengatakan pihaknya menerapkan ketentuan seperti biasanya, artinya isi SMS tersebut tidak SARA dan tidak melanggar ketentuan yang berlaku.
Sebelumnya, Anggota BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia) Heru Sutadi mengatakan hal yang perlu diwaspadai dari kampanye partai politik melalui SMS adalah kampanye hitam (black campaign).
“Yang perlu dikedepankan bukan hanya pemanfaatan SMS kampanye untuk mempersuasi publik memilih partai/kandidat tertentu, tetapi juga black campaign isu dengan SMS cepat sekali menyebar seperti kasus SMS santet,” kata Heru Sutadi melalui pesan singkat yang diterima ANTARA News di Jakarta, Senin (28/7).
Heru memprediksi SMS kampanye gelap akan jadi serangan fajar yang membuat pemilih batal memilih partai/kandidat yang sudah dipertimbangkan sebelumnya.
Mengenai kampanye partai politik melalui SMS sendiri, dari hasil diskusi dengan KPU dan BRTI, SMS kampanye boleh tetapi dengan syarat mengikuti tata aturan kampanye sesuai dengan UU No.10 / 2008 tentang Pemilu.
“Operator wajib menjaga kerahasiaan data pengguna ponsel, sehingga tidak boleh parpol/calon presiden dan wakil presiden, DPD, melakukan push SMS ke semua pelanggan, melainkan hanya konstituen/simpatisan yang teregister,” kata Heru.
Ayushita Lebih Tersentuh
JAKARTA, SENIN – Meskipun syuting Ketika Cinta Bertasbih (KCB) belum dimulai, album soundtrack film layar lebar tersebut sudah digarap. Ayushita, salah seorang personel kelompok vokal Bukan Bintang Biasa (BBB) sekaligus pemain film BBB, menjadi penyanyi salah satu lagu dalam album soundtrack film tersebut.

Tuhan Beri Aku Cinta, karya Melly Goeslaw, itulah lagu yang dibawakan oleh Ayushita dalam album soundtrack KCB. Di Sisha Cafe, Kemang, Jakarta Selatan, lokasi syuting video musik untuk lagu tersebut, yang disutradarai oleh Eko Kristianto, Ayu menceritakan bahwa ia tak pernah berpikir untuk terlibat dalam album itu.
“Aku senang sekali terlibat dalam album ini. Enggak pernah kepikiran, enggak pernah minta dibuatin (lagu ini),” tutur pemilik nama asli Ayu Sita Widyastuti Nugraha ini. “Waktu itu aku lagi syuting sinetron untuk Ramadhan. Tiba-tiba, datang tawaran dari Teh Melly (Melly Goeslaw), lewat telepon, untuk nyanyi lagu ini,” kenang cewek kelahiran Jakarta, 9 Juni 1989, ini.
Kata Ayu, setiap lagu yang dinyanyikannya, baik sebagai personel BBB maupun di luar kelompok tersebut, memiliki kelebihan sendiri-sendiri. Tapi, katanya lagi, membawakan Tuhan Beri Aku Cinta, “Aku lebih tersentuh, karena bersifat religius.”
Di lokasi syuting video musik itu, Ayu juga mengatakan bahwa BBB tidak bubar. Ia dan para personel lainnya–Raffi Ahmad, Dimas Beck, Laudya Cinthya Bella, dan Chelsea Olivia–belum menelurkan karya lagi lebih karena kesibukan masing-masing. “Coming soon,” ujarnya tentang BBB.
Sumber. Kompas.Com
Syahrir dan Rahman Halim Wafat
Liputan6.com, Jakarta: Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Syahrir, meninggal di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura, Senin (28/7) pukul 09.00 WIB. Mantan eksponen mahasiswa era 1966 ini mengembuskan napas terakhir setelah sepekan dirawat akibat penyakit kanker.
Selama ini Syahrir dikenal sebagai ekonom yang kritis terhadap kebijakan pemerintah. Terakhir, ia menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden, selain juga memimpin Partai Indonesia Baru. Rencananya, jenazah tiba sore nanti dan dimakamkan besok.
Presiden Komisaris PT Gudang Garam Rahman Halim juga meninggal di RS Mount Elizabeth, Singapura, Ahad (27/7), karena penyakit jantung. Jenazahnya telah tiba di Kediri, Jawa Timur, kemarin petang dan sampai sekarang masih disemayamkan di rumahnya.
sumber:Liputan6.com








